Secuil kisah pengorbanan hati untuk cinta

Kamis, 07 April 2011

6tahun ku menunggu kehadiranmu
ku bersyukur saat ini kau telah bersamaku
Mungkin ini merupakan suatu berkah dimalam takbir itu

Kau datang padaku setelah sekian lama tak bertemu
Awalnya ku sangat bahagia,namun mengingat apa yang kau lakukan dimasalalu membuat rasa bahagia itu hilang seketika

Saat itu ak jg mempunyai seorang yg sangat mencintaiku
Bingung,sebal,senang,bahagia dan galau ada dipikiranku
Aku mencoba tak menghiraukanmu, namun auramu membuatku tak bisa menjauhimu

Kumasih bersikap tak acuh kepadamu, sampai pada akhirnya kau bercerita tentang masalalumu
Mulai sedikit ada rasa cemburu
Namun ku bukan siapa siapa bagimu

Hari demi hari ku lewati bersamamu, kau mencuri sedikit demi sedikit hatiku
Kau ucap gombalan konyol yang membuatku tertawa
Tak pernah menyangka bahwa kau bisa seperti itu, karna dahulu kau sangat angkuh dihadapanku

Rasa suka yang dulu pernah kurasa kini tumbuh kembali
Namun kutak boleh merasakn itu,karnaku masih memiliki dia yang mencintaiku

Waktupun terus bergulir, kau mengajakku membeli hadiah untuk teman dekatmu
Disaat itu aku merasa seperti mimpi
Impian untuk bertemu denganmu kini bisa terwujud

Pertama kali kumenatap matamu,melihat senyummu dan bercanda denganmu
Tak pernah terbayang semua itu akan terjadi
Setelah itu kita pulang karna hari sudah gelap
Dan ternyata hadiah itu kau berikan kepadaku
Sungguh tak menyangka dan kumerasa sangat sangat bahagia
Sejak itu kta mlai lbh akrb
Brcrta ttg buku yang kau berikan kepadaku

Kumulai merasakan sesuatu yang lama tak kurasa
Butir-butir sayang mulai berkumpul dihatiku
Hinggaku melupakan dia yang telah mencintaiku

Aku merasa sungguh kejam,namun apa daya, dari awal aku sudah bersalah menerimanya
Ternyata aku tak mencintainya, hingga 3bulan ku belajar mencintainya,namun jujur kusangat nyaman bersamanya karna dia sll menjagaku dg baik
Mgkn selama ini ak menganggap dia sebagai kakakku sendiri
Dan akhirnya aku memutuskannya walau dia belum sepenuhnya menerima keputusan itu

Pagi hari sebelum aku putus dgnya, aku berangkat sekolah bersama kau. .
Pertama kali kau menjemput aku untuk berangkat sekolah, dan sebelumnya kau mengajakku makan disebuah kedai yang nyaman
Aku tak lapar namun kau menyuapi aku sepotong ROTI BAKAR
Sungguh dagdigdug hati ini
Mimpipun aku tak pernah,dan rasa ini semakin ada untukmu
Dan inilah yang membuatku semakin yakin untuk memutuskannya,aku tak mau berlama-lama menyakitinya dan aku berfikir orang yang selama ini aku tunggu telah ada didepan mataku,apakah aku harus melepaskannya kembali?? Aku tak mau itu terjadi. .

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.